
Dalam bahasa Arab, bulan sabit disebut sebagai Hilal. Hilal inilah yang menjadi penanda dari datangnya awal bulan. Pada fase bulan sabit, bulan mulai terlihat. Kita bisa melihat sisi bulan yang terkena cahaya matahari menciptakan bentuk seperti sabit.
Kita bisa melihat kemunculan bulan sabit ketika awal bulan. Setelah bulan baru yang mungkin tidak terlihat bagi mata kita, kita bisa melihat keberadaan bulan sabit. Bulan sabit bisa membesar seiring dengan berjalannya waktu.
Seperti yang telah disebutkan di atas, akibat gerakan bulan yang mengelilingi bumi itu terjadi perubahan penampakan bulan. Perubahan penampakan bulan disebabkan luasnya permukaan bulan yang terlihat dari bumi, yang bisa berubah-ubah sesuai kedudukan bulan terhadap matahari juga bumi.
crescent: The figure from the moon mainly because it seems among its first or past quarter and The brand new moon, with concave and convex edges terminating in points.[one]
untuk lokasi tertentu. Peta visibilitas hilal ini juga menunjukkan derajat kesulitan dalam melihat bulan sabit tersebut: • Wilayah warna hijau: apakah hilal mudah dilihat mata telanjang, • Wilayah warna kuning: apakah hilal harus dicari dahulu dengan bantuan alat optis, • Wilayah warna oranye: apakah hilal hanya bisa terlihat melalui alat optis, atau • Wilayah tanpa arsiran warna: bahkan hilal tak bisa dilihat mata dengan alat optis sederhana. • Warna abu-abu: bulan sudah tenggelam saat maghrib • Warna hitam: bulan belum ijtima'
Bentuk bulan ini bentuknya melengkung kearah kiri dan akhirnya berubah menjadi setengah lingkaran. Kondisi ini berlangsung selama sekitar 7 hari.
Sehingga membuat bagian lengkung pinggirannya terlihat oleh mata manusia. Matahari akan semakin banyak menyinari bulan ketika bulan terus bergerak. Pada fase inilah, bulan akan membentuk sabit dengan sempurna.
Sehingga bulan sabit disini menandakan bahwa saat itu adalah tanggal 1. Namun perlu diingat bahwa kalender yang digunakan adalah kalender Hijriyah bukan kalender Masehi. Untuk mengetahui lebih lanjut mengenai fase- fase bulan , kita akan membahasnya dibawah ini supaya kita lebih paham. Berikut adalah fase- fase bulan:
ini lebih jauh lagi dihitung berdasarkan posisi bulan di langit, besarnya sabit bulan, ketinggian hilal dari ufuk, sudutnya terhadap matahari dan beberapa faktor lainnya. Nilai q ini bisa dihitung untuk setiap lokasi bulan sabit tertentu pada tanggal tertentu.
Bulan sabit adalah sebutan bagi bulan yang memiliki bentuk yang sangat kecil, hanya segaris melengkung saja sehingga membentuk seperti sabit. Bulan sabit menandakan adanya bulan baru atau pergantian bulan, namun juga menandakan bahwa bulan akan selesai .
Sedangkan penjelasan mengenai bulan sabit berbentuk 'U' dan 'C' sebenarnya tergantung pada lokasi pengamat saat mengamati aktivitas bulan sebab kemiringan dan poros bumi juga mempengaruhi bulan yang kita lihat.
Bisa jadi bulan sabit di beberapa daerah bulan sabitnya berbentuk 'U' dan di beberapa daerah yang lain berbentuk 'C'.
inilah, setiap lokasi akan dikategorikan atau dikelompokkan berdasarkan besarnya kemungkinan bulan sabit atau hilal bisa dilihat.
Setelah mengalami fase purnama, kemudian bulan tersebut lambat laun akan mengecil. Bulan ini terlihat setengah bagian yaitu sisi kanan saja yang lama- kelamaan akan mengecil.